D DISKUSI BUZZ GROUP KAITANNYA DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN :

  • Elin Supliyani Kebidanan

Abstract

Maternal death can be caused by pregnancy complications or complications that are aggravated by pregnancy, or something that occurs along the course of pregnancy management. In carrying out its role as a decision maker in the family, the husband of the pregnant woman needs good knowledge and a positive attitude about maternal and child health. Health education for husbands aims to increase positive knowledge and attitudes towards possible complications during pregnancy. Efforts to increase community activeness in health education activities can be done through Buzz Group discussion methods, namely methods that refer to the principle that the knowledge possessed by each person is accepted by the five senses. The study aimed to determine the effect of the buzz group discussion on the knowledge and attitudes of pregnant women husbands about the danger signs of pregnancy, using a pre-experimental one group pre-test post-test design. The research sample of 32 husbands of pregnant women was taken by purposive sampling in the Sindang Barang Health Center area of Bogor City. Data analysis of knowledge variables using the one sample t test, while the attitude using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the average score of knowledge from 47.56 ± 19,717 to 89.10 ± 13,911 p value <0.01. Similarly, the average attitude score increased from 41.56 ± 6.268 to 51.813 ± 9.2167 (p <0.05). Health education with the buzz group discussion method increases knowledge and changes positive attitudes for pregnant women husbands about the danger signs of pregnancy.

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman umum program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Jakarta: Kemenkes Republik Indonesia; 2015.
2. Laksono AD, Rachmawati T. Determinan sosial kesehatan ibu dan anak. Jakarta: Kanisius; 2013.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar (Riskesdas). 2013.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Upaya Percepatan penurunan AKI. Direktorat Binkes ibu Dirjen Bina Gizi dan KIA. Jakarta2010.
5. World Health Organization. Dibalik angka: pengkajian kematian maternal dan komplikasi untuk mendapatkan kehamilan yang lebih aman. Jakarta: WHO; 2007.
6. Juariah. Analisis kematian ibu berdasarkan otopsi verbal di Kabupaten Bogor tahun 2010-2013. Bandung: Universitas Padjadjaran 2015.
7. Dinas Kesehatan Kota Bogor. Laporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) tahun 2014. Bogor: Dinas Kesehatan Kota Bogor; 2015.
8. Aimanah IU AW, Kalimah ST., Astuti WD., Kalimah ST. Laporan akhir penelitian Risbinkes: Peran suami dan keluarga ibu hamil dalam Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI; 2011.
9. Solihah I. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Suami Tentang Tanda Bahaya Pada Masa Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Neonatus di Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal penelitian FKM UI Media Litbang Kesehatan. 2009;volume XIX(No. 2).
10. Mubarak, Wahit Iqbal. Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Jakarta Salemba Medika; 2011.
11. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Depok: Renekacipta; 2010.
12. Russell. Associates. Buzz Group : What are Buzz Group? . 2013; Available from: http://www.e- journal.com/image/buzzsyndic.
13. Tormey R. ABC of Buzz Groups. London 2012; Available from: http://craft.epfl.ch/file/content/sites/craft3.
14. Winancy, Raksanagara, Fuadah Y. Perbandingan Penerapan Metode Brainstorming Dan Buzz Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan, Dan Nifas (Studi Kasus Di Bogor). The Southeast Asian Journal of Midwifery. 2015;Vol. 1(No.1):1-9
15. Riska Ayu, Sofiyanti Ida, Pranowowati. Perbedaan Pengetahuan Tentang HIV-AIDS Pada Siswa Dengan Metode buzz group Dan Metode Ceramah Di SMAN 2 Ungaran Tahun 2016. 2016.
16. Norhajati, Dewi VK, Inayah HK. Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan roleplay pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Jurnal Skala Kesehatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin. 2010.
17. Nurlianawati L. pengaruh Diskusi Kelompok Tentang Perawatan Kehamilan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Perawatan Kehamilan di bawah Umur 20 Tahuan di Wilayah Kerja Puskesmas Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Bandung: UNPAD; 2012.
18. Markus Y.D.M, Nabuasa E, Limbu R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Suami Tentang Tanda Bahaya Pada Masa Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Tahun 2011. Jurnal MKM. 2012;Vol. 6(No. 2).
19. Mubarak, Wahit, Nurul Chatin, Khoirul Rozakin, Supardi. Promosi Kesehatan Sebagai Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2007.
20. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.
21. Fibriania AI, Setyawan H, Palarto B. Faktor-faktor Risiko yang mempengaruhi kematian maternal. Artikel Publikasi Program Pasca Sarjana UNDIP 2007.
22. Baharuddin, Wahyudi EN. Teori belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: AR Ruzz Media; 2010.
23. Nasution Y. Pengetahuan, sikap dan perilaku suami PUS (Pasangan Usia Subur) dalam menjaga kesehayan kehamilan dan persalinan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Laporan penelitian Perpustakaan Universitas Indonesia; Available from: http://lib.ui.ac.id/opac.
Published
2019-08-16
How to Cite
[1]
Supliyani, E. 2019. D DISKUSI BUZZ GROUP KAITANNYA DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN :. Jurnal Ilmiah Bidan. 4, 2 (Aug. 2019).
Section
Articles