PENGARUH PIJAT BAYI DAN BREASTFEEDING TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA

  • NURUL QAMARIAH RISTA ANDARUNI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Keywords: Pijat bayi, Hiperbilirubinemia, Neonatus, Fototerapi, Bilirubin, Breastfeeding

Abstract

Bayi baru lahir memiliki risiko mengalami hiperbilirubinemia yang terjadi pada sekitar 80% bayi prematur dan 60 % pada bayi aterm selama minggu pertama setelah kelahiran, yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi dan breastfeeding terhadap penurunan kadar bilirubin pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Jenis penelitian desain Quasi Eksperimental dengan rancangan Non-Equivalent Control Group. Sampel dalam penelitian ini neonatus hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi sebanyak 70 bayi dibagi menjadi 4 kelompok. Bayi yang mendapatkan pijat dan breastfeeding (Kelompok I), bayi yang mendapat pijat dan susu formula (Kelompok II), bayi yang hanya mendapat breastfeeding (Kelompok III) dan bayi yang hanya mendapat susu formula (Kelompok IV). Pemberian intervensi dilakukan selama 3 hari/sampel. Analisis data menggunakan uji Paired T Test dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan kadar bilirubin antara keempat kelompok setelah intervensi dengan p value 0,000<0,05. Setelah intervensi diperoleh rata-rata penurunan kadar bilirubin pada kelompok pijat+breastfeeding sebesar 7.82 mg/dl, kelompok pijat+susu formula sebesar 9.22 mg/dl, kelompok breastfeeding sebesar 14.68 mg/dl  dan kelompok susu formula sebesar 13.69 mg/dl. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelompok yang diberikan pemijatan lebih efektif menurunkan kadar bilirubin dibandingkan hanya diberikan breastfeeding atau susu formula. Pijat bayi bisa membantu mengurangi kadar bilirubin dengan  meningkatkan frekuensi defekasi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi.

References

1. American Academy of pediatrics. (2004). Clinical Practice Guideline: Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics, 297-316.
2. Chen J., Sadakata M., Ishida M., Sekizuka N., & Sayama M. (2011). Baby massage ameliorates neonatal jaundice in full-term newborn infants. Tohoku J Exp Med. 223:97–102.
3. Dalili H., Sheikhi S., Shariat M., & Haghnazarian E. (2016). Effects of baby massage on neonatal jaundice in healthy Iranian infants: A pilot study. Infant Behavior & Development, 42 (2016) 22–26
4. Gartner LM. (2001). Breastfeeding and jaundice. J Perinatol;21:Suppl 1:S25-S29.
5. Karbandi S., Lotfi M., Boskabadi H., & Esmaily H. (2015). The Effects of Field Massage Technique on Bilirubin Level and the Number of Defecations in Preterm Infants. Evidence Based Care Journal, 5 (4): 7-16
6. Keshavarz M. & Haghighi NB. (2010). Effects of Kangaroo Contact on Some Physiological Parameters In Term Neonates And Pain Score in Mothers With Cesarean Section. Faslnamahi Kumish. 11(2):91-84 (Persian)
7. Kianmehr M., Moslem A., Moghadam KB., Naghavi M., Noghabi SP., & Moghadam MB. (2014). The Effect of Massage on Serum Bilirubin Levels in Term Neonates With Hyperbilirubinemia Undergoing Phototherapy. Nautikus. Vol 108, no 1. 459-465
8. Levene MI., Tudehope DI., & Sinha SK. (2008). Essential Neonatal Medicine, edisi ke-4. London: Blackwell Publishing.
9. Martiza I. (2012). Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jakarta : CV. Badan Penerbit IDAI.
10. Moghadam MB., Moghadam KB., Kianmehr M., Jani S. (2015). The Effects of massage on Neonatal Jaundice in Stable Preterm Newborn Infants. J Pak Med Asso. Vol 65, no 6. 602-206
11. Muchowski KE., Hospital N., Pendleton C., Medicine F., Program R., & Pendleton C. (2014). Evaluation and Treatment of Neonatal Hyperbilirubinemia, 89(11), 873–878.
12. Nourozi E., Fallah R., & Eidi MR. (2011). Nelson Textbook of Pediatrics, Kliegman R. 19 th ed. Tehran: Andishe rafi; (Persian)
13. Roesli. (2013). Pedoman Pijat Bayi. Cetakan keempat belas. Jakarta : PT. Trubus Agriwidya
14. Seyyedrasooli A., Valizadeh L., Hosseini MB., Asgari JM., & Mohammadzad M. (2014). Effect of Vimala Massage on Physiological Jaundice in Infants: A Randomized Controlled Trial. J Caring Sci. 3(3):165-734
15. Stokowski LA., Short M., & Witt CL. (2006). Fundamentals of phototherapy for neonatal jaundice. Adv Neonatal Care;6:303-12.
16. Suradi R. & Letupeirissa D. (2013). Air Susu Ibu dan Ikterus. Buku Bedah ASI IDAI.
Published
2018-09-27
How to Cite
[1]
ANDARUNI, N.Q. 2018. PENGARUH PIJAT BAYI DAN BREASTFEEDING TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA. Jurnal Ilmiah Bidan. 3, 2 (Sep. 2018), 45-51. DOI:https://doi.org/https://doi.org/10.0809/jib.v3i2.52.
Section
Articles