PENGARUH KOMBINASI YOGA PRENATAL DAN SENAM HAMIL TERHADAP PERUBAHAN KADAR KORTISOL DAN LAMA PERSALINAN KALA I

  • Elok Sari Dewi Akbid Kertosono
Keywords: YOGA, PRENATAL, SENAM HAMIL, KADAR KORTISOL, LAMA PERSALINAN, KALA I

Abstract

 Wanita hamil primigravida hampir semuanya mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan baik selama hamil, saat menghadapi persalinan maupun setelah persalinan. Adaptasi terhadap  stres  diatur  oleh  kapasitas  hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA)  untuk  mensekresikan hormon  seperti  kortisol. Peningkatan kadar kortisol pada masa kehamilan merupakan indikator adanya stress emosional. Hal ini mungkin akan berpengaruh terhadap lama persalinan. Yoga prenatal dan senam hamil merupaka terapi untuk menurunkan tingkat stress pada ibu hamil. tujuan penelitian: Membuktikan pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terhadap perubahan kadar kortisol dan lama persalinan kala I. Metode penelitian: Metode penalitian quasy-experimental (experiment semu) rancangan Non-Equivalen Group Desain. Populasi adalah ibu hamil trimester III di Kabupaten Nganjuk. Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling penelitian ini dilakukan pada 26 responden yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan uji beda sampel berpasangan yang sebelumnya dilakukan uji normalitas. Hasil penelitian: Ada perbedaan yang bermakna kadar kortisol sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan Hasil uji Mann- Whitney diperoleh nilai signifikasi 0,010 lebih kecil dari 0,05. Terjadi penurunan sebesar -209.67 ng/ml pada kelompok perlakuan dan -129.96 ng/ml pada kelompok kontrol. Rerata lama persalinan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji statistik dengan uji Wilcoxon di peroleh nilai p = 0,003 lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terhadap lama persalinan kala I. Kesimpulan: Kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terbukti lebih efektif dalam menurunkan kadar kortisol pada ibu hamil dengan rerata lama persalinan lebih cepat.

References

1. Adikusuma. (2003). Penatalaksanaan Stres. http://www. kabefarma.com 123.htm (diakses 5 Maret 2015)
2. Aron DC, Tyrell JB. 1998. Glucocorticoid dan androgen adrenal. Dalam : Greenspan FS, Baxter D. Editor. Endokrinologi dasar dan klinik. Edisi 4. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC,;398-445 Bahiyatun. 2008. Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta:EGC
3. Basford & Oliver, S. (2006). Teori dan Praktik Keperawatan Pendekatan Integral Pada Asuhan Pasien.Jakarta: EGC
4. Beddoe, A. E., Yang, C. P., Kennedy, H. P., Weiss, S. J., & Lee, K. A. 2009, „The effects of mindfulness-based yoga during pregnancy on maternal psychological and physical distress‟, Journal of Obstetric, Gynecologic, and Neonatal Nursing: JOGNN, 38(3), 310-319.
5. Brown et al. 2005. Sudarshan Kriya Yogic Breathing in The Treatment of Stress, Anxiety and Depression: Part I Neurophysiologic Model, (Online), (http:// www.thevirafoundation.org/images/Trauma_ Treatment_Breathwork_Part_I.pdf, diakses : 10 Juni 2016).
6. Cance Mc, Kathryn L, and Jane S. 1994. Stress and Disease in “Pathophysiology”. USA: Mosby 304- 307
7. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap Iii LC, Hauth JC, Wenstrom KD. Williams obstetric. 21th ed. New York: Prentice-Hall International, 2001:262 66
8. Dariyo, A. (1997). Hubungan antara Percaya Diri dengan Kecemasan Menghadapi Kelahiran Bayi pada Wanita Hamil Pertama. Skripsi. tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
9. Dahlan, Sopiyudin., 2014. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Edisi 6. Jakarta, Epidemiologi Indonesia.
10. Davis, Kyle J. (2013). The Feasibility of Yoga in the Treatment of Antenatal Depression and Anxiety: A Pilot Study. (Thesis Master). Diakses dari: ProQuest.
11. Domin, V. (2001). Relaxation-How Good Are You at Relaxing? www.hypnosisupdate.com
12. Duman RS, Malberg J and Nakagawa S. 2001. Regulation of Adult Neurogenesis by Psychotropic
13. Drugs and Stresss. Pharmacology and Experimental Thera-peutics. 299:401-107
14. Guyton, A.C., dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi
15. Kedokteran. Edisi 11.Jakarta: EGC Heardman.1996. Senam Hamil. Jakarta: Arcan.
16. Indiarti. (2009). Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan,dan Perawatan Bayi. Yogyakarta: Diglossia Media.
17. Jacoeb TZ. 2002 Organ Endokrin Ektragonad Pada Reproduksi Wanita.Jakarta: Kursus imunoendokrinologi reproduksi dasar,: 8-12
18. Kalil, K. M., Gruber, J. E., Conley, J. G., & LaGrandeur, R. M. (1995). Relationships among Stress Anxiety, Type A, and Pregnancy-Related Complications. Journal of Prenatal andPerinatal Psychology and Health. Vol. 9 (3), 221-232
19. Kartono, K. (1992). Psikologi Wanita: Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Bandung: Mandar Maju
20. Kementerian Kesehatan RI, 2011. Profil Kesehatan Indonesia 2010. http://www.depkes.go.id.
21. Krisnandi, Sofie Rifayani. 2010, Sinopsis Yoga Untuk Kehamilan: Sehat Bahagia dan Penuh Makna. http// bukukita. Jakarta. Diakses 18 Agustus 2015
22. Kushartanti, W., Soekamti, E. R., & Sriwahyuniati, C. F. (2004). Senam Hamil: Menyamankan Kehamilan,Mempermudah Persalinan. Yogyakarta: Lintang Pustaka
23. LeUnes, A. & Nation, J. R. (2002). Sport Psychology. USA: Wadsworth.
24. Manuaba, IBG, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan KB. Jakarta: EGC
25. Mitchell, Jennifer L. (2012). Yoga Effects on Prenatal Depression. (Disertasi Doktor). Diakses dari: ProQuest. UMI Number: 3518833
26. M. Satyapriya, R. Nagarathna, V. Padmalatha, H.R. Nagendra. Efficacy of Yoga on Pregnancy Outcome . The Journal of Alternative and Complementary Medicine. April 2005, 11(2): 237-244.
27. Neuman, Inga D dan Landgraf, Rainer. 2008. Advances Disease. British: Elsevier Publication
28. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003.Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka. Cipta. Jakarta.
29. Priantono, H. (2003). Lanny Kuswandi: Terapi Hypnobirhing, Melahirkan Tanpa Sakit. Dalam Kompas. 23 Januari 2003
30. Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan. Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
31. Reis, Pamela J. (2011). Prenatal Yoga Practice in Late Pregnancy and Pattering of Change in Optimism, Power, and Well-Being. (Disertasi Doktor). Diakses dari: ProQuest. UMI Number: 3456492
32. Sarafino,E.P.(1994), Health Psychology (2.Ed). New York; willey
33. Sastroasmoro, Sudigdo dan Ismail. Dasar- dasar metodologi Penelitian Klinis Edisi 4. Jakarta: Sagung Seto. 2011; 365
34. Selye, H. (1996).The Stress of Life. New York : McGraw Hill
35. Setyawan S. 2003. Mekanisme Cooping. Surabaya: Lab Ilmu Faal Fakultas Kedokteran UNAIR. 1-4.
36. Sherwood, Lauralee.2001.Fisiologi Manusia. 2ndEdition.Jakarta:Buku Kedokteran EGC
37. Silverthorne. 2001. Human Physiology an Inntegrated Approach, 2th. Ed. San Francisco.Pearson Education, Inc.
38. Siska, Connie. 2009. Siapa Bilang Yoga Itu Sulit. Jakarta. Mediatama.
39. Shindu, Pudjiati. Yoga untuk Kehamilan Sehat, Bahagia, dan Penuh Makna. Bandung. Penerbit Qanita. 2009; 23:4:26:28-29:34-35:38-44:46-47:96-111
40. Streeter et al. 2010. Effects of Yoga Versus Walking on Mood Anxiety, and Brain GABA Levels: A Randomized Controlled MRS Study, (Online), (http://online.liebertpub.com, diakses: 18 Agustus 2015)
41. Stocker S. 2012. Studies Link Stress and Drug Addiction. NIDA Research Finding 14:1-4.
42. Sttopard, M. (2008). Conception Pregnancy And Birth: Ensiklopedia Kehamilan. Surabaya: Erlangga
43. Stuart, 2001. Konsep Kecemasan.(online).Tersedia di:http://morningcamp.com/?p=237/Konsep Kecemasan
44. Subu, Arsyad. 2011. Anatomi Otak dan Neurophysiopshycology dan Gangguan Jiwa, (Online), (http:// www.google.co.id, diakses: 18 Agustus 2015).
45. Sumarah, dkk. 2008. Perawatan Ibu Bersalin (Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin). Yogyakarta : Fitramaya
46. Susanti Ni Nengah, 2008. Psikologi Kehamilan. Jakarta : EGC.
47. Taylor,S.E,Peplau, L.A.,Sears,D.O.Social Psycology. Prentice Hall : New Jersey; 1997.
48. Thomas D Giles MD, Barry J. Materson MD, Jay N. Cohn MD, John B. Kostis MD. Definition and classification of hypertension: An Update. 2009. JCH. Volume 11. Issu 11. November 2009
49. Titian, Amalia. 2009. Adaptasi Psikologis Menjelang Persalinan. Dalam http://titianamalia.wordpress. com. Diakses 13 Maret 2015
50. Veronica O’Keane, Michael S Marsh BMJ. Depression during pregnancy.2007;334:1003-1005, doi:10.1136/bmj.39189.662581.55. 2007.
51. Wahyuni Dan Layinatul, 2013. Manfaat Senam Hamil Untuk Meningkatkan Durasi Tidur Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat. UNNES
52. Wiadnyana, M.S. (2010). The power of yoga for pregnancy and post pregnancy.Gramedia widiasarana. Jakarta: Taruna Grafika.
53. Widdowson R. (2004). Yoga For Pregnancy. London: Heron Quays Dockland.
54. Wulandari, PY. Efektifitas Senam Hamil Sebagai Pelayanan Prenatal Dalam Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan Pertama.
Published
2016-12-01
How to Cite
1.
Dewi E. PENGARUH KOMBINASI YOGA PRENATAL DAN SENAM HAMIL TERHADAP PERUBAHAN KADAR KORTISOL DAN LAMA PERSALINAN KALA I. Jurnal Ilmiah Bidan [Internet]. 1Dec.2016 [cited 22Jun.2021];1(3):7-3. Available from: https://e-journal.ibi.or.id/index.php/jib/article/view/12
Section
Articles