PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI DAN JENIS LOCHEA PADA PRIMIPARA

  • Ineke Ineke Pueskesmas Rembang
Keywords: senam Nifas, tinggi fundus uteri, Lochea

Abstract

Salah satu penyebab kematian ibu berdasarkan SDKI adalah perdarahan pasca salin (20%). Ketidaklancaran involusi berakibat buruk pada ibu nifas seperti perdarahan yang bersifat lanjut. Ambulasi dini dengan senam nifas bertujuan memperlancar involusi. Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh senam nifas terhadap tinggi fundus uteri dan jenis lochea pada ibu nifas primipara. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah “quasy experimenal study” dengan desain pre test – post test with control group. Lingkup penelitian di wilayah UPT Puskesmas Kaliori Kabupaten Rembang. Sampel sebanyak 46 ibu nifas yang dipilih secara simple random sampling. Sampel terdiri 2 kelompok yaitu 23 ibu kelompok kontrol, dan 23 ibu kelompok perlakuan dengan senam nifas selama seminggu. Data dianalisis dengan Wilcoxon test, Mann Whytney, dan Spearman Rho. Hasil penelitian: Ada pengaruh senam nifas terhadap tinggi fundus uteri dengan  p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap jenis lochea pada hari ke-4 dan ke-7 dengan p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri hari ke-2, ke-4, dan ke-7 dengan p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap jenis lochea pada hari ke-7 dengan nilai p=0,001 (< 0,05).   Simpulan: Ada pengaruh positif senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri dan pengeluaran jenis lochea pada ibu primipara. Disarankan bahwa pelayanan kesehatan khususnya bidan menganjurkan ibu postpartum untuk melakukan senam nifas.

References

1. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). (2012). Angka Kematian Ibu. Diakses tanggal 2 Desembar 2015. Dari alamat website: http:// surveidemografidankesehatanindonesiaSDKI.com.
2. Maritalia, D. (2014). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Editor Sujono Riyadi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
3. Varney, Helen. dkk. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.
4. Maryunani, Anik. (2009). Asuhan Pada Ibu dalam Masa Nifas. Jakarta: Trans info Media.
5. Widianti, A. Proverawati. (2010). Senam Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
6. Brayshaw, Eileen. (2008). Senam Hamil & Nifas Pedoman Praktik Bidan. Jakarta: EGC.
7. Pramandari, Andrianti Wulan (2015). Pengaruh Senam Nifas Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum Primigravida di RSIA Srikandi Jember. Skripsi, Jember : Universitas Jember.
8. Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
9. Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta:
10. Prawirohardjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Sarwono Pustaka Prawirohangan rdjo. Jakarta.
11. Pratiwi, Sophia (2014). FAaktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pervepatan Involusi Uteri Pada Ibu Post Partum Pervaginam di Ruang Kebidanan RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan. 2014.
12. Dewi, M, A, Wawan. (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta. Nuha Medika.
13. Rullynil Nurniati Tianastia, 2015. Pengaruh Senam Nifas terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri pada Ibu Post Partum di RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal kesehatan andalas, 2015 : 318.
14. Bobak, Lowdermik, Jansen. (2009). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.
15. Marmi. (2012). Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
16. Anggraini,Y. (20 10). Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihamma.
17. Fadlina, Amelia (2015). Pengaruh Senam Nifas Terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri Pada Ibu Post Partum. Skripsi. Surakarta. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Surakarta.
18. Hasrani. (2015). Pengaruh Senam Nifas
19. Suherni, S. dkk. (2008). Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya.
Published
2016-12-01
How to Cite
1.
Ineke I. PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI DAN JENIS LOCHEA PADA PRIMIPARA. Jurnal Ilmiah Bidan [Internet]. 1Dec.2016 [cited 29Jul.2021];1(3):45-4. Available from: https://e-journal.ibi.or.id/index.php/jib/article/view/17
Section
Articles